Senin, 06 Februari 2017

Pembelajaran Sekolah Adiwiyata Ke Bank Sampah Induk Tapin

Rantau, 03 Februari 2017. Halaman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin sangat ramai pada jumát pagi. sekitar 10 (sepuluh) sekolah adiwiyata akan melakukan pembelajaran ke Bank Sampah Induk Tapin pada pagi itu. terlihat wajah anak-anak begitu antusias dan tampak penasaran mengenai apa yang akan mereka pelajari nanti.

Setelah peserta dari sekolah adiwiyata terkumpul, seluruh peserta langsung menuju ke lokasi Bank Sampah Induk Tapin, dimana letaknya berada dibelakang Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, jadi bisa dicapai dengan berjalan kaki.

Sesampainya di Bank Sampah Induk Tapin, peserta langsung berkumpul membentuk barisan didampingi oleh panitia dan pihak sekolah masing-masing. Acara pembelajaran tersebut langsung dibuka langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin Drs. H. Zain Arifin, MM, setelah dibuka acara pembelajaran langsung dilanjutkan oleh narasumber Syachbana Aminullah.






 Dalam pembelajaran disampaikan apa itu bank sampah, manfaat, proses dan cara kerjanya. Tujuan dibangunnya bank sampah sebenarnya bukan bank sampah itu sendiri. bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian agar dapat "berkawan" dengan sampah untuk bisa mendapatkan manfaat langsung dari sampah itu sendiri. bukan hanya pembangunan lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau bahkan bisa mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

Hasil penelitian dan penemuan tentang manfaat sampah telah diungkapkan, namun dalam kenyataan sehari-hari, masih banyak sampah yang terabaikan dan dilihat sebagai materi yang sudah tidak memiliki kegunaan. Tahapan inilah peran pendidikan dalam bentuk pembelajaran ataupun pelatihan pengelolaan sampah diharapkan bisa menjadi solusi bermanfaat khususnya bagi mereka generasi muda yang masih berstatus pelajar.





Diharapkan dari hasil pembelajaran dan pelatihan tersebut dapat melahirkan generasi yang peduli terhadap permasalahan sampah yang ada di lingkungan. tingkat kepedulian tersebut dapat dilihat dari kemampuan pelajar memanfaatkan sampah sebagai barang yang bisa didaur ulang dan menjadi potensi ekonomi atau dengan melakukan gerakan pemilihan sampah untuk ditabung di bank sampah.

Pendirian Bank Sampah di sekolah menjadi satu hal yang penting untuk mendidik siswa atau siswi yang ada di sekolah tersebut. hal ini dikarenakan sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah dapat membentuk insan-insan yang bersikap dan berprilaku peduli terhadap kondisi lingkungan.



Diolah dari berbagai sumber.