Minggu, 19 Februari 2017

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dilatar belakangi oleh permasalahan sampah di Indonesia mencuat ke permukaan terutama sejak terjadinya longsor sampah di TPA Leuwi Gajah pada tanggal 21 Februari 2015 yang menyebabkan :
  • Sebanyak 141 orang meninggal dan 6 orang terluka
  • Pembayaran ganti rugi yang mencapai Rp. 65 Miliar
  • Pembebasan 68 rumah pada lahan 12 hektar di sekitar TPA Leuwi Gajah dengan biaya mencapai Rp. 15 Miliar

Kejadian tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Peduli Sampai Nasional yang dilaksanakan tanggal 21 Februari setiap tahunnya.

Dalam perkembangannya, ternyata permasalahan sampah id indonesia tersebut menjadi lebih kompleks  dan meluas terutama terkait isu pencemaran sampah dilaut. isu pencemaran sampah di laut ini menjadi perhatian publik dan pemerintah Indonesia terutama sejak dipublikasikannya hasil pnelitian Jambeck, Jena R., et.al, 2015 yang berjudul "Plastic waste inputs from land into ocean" (www.sciencemag.org, February 12, 2015) yang menyatakan potensi sampah plastik yang ada dilautan Indonesia mencapai 187,2 juta ton/tahun. Hasil penelitian ini pun menyatakan bahwa indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah cina.

Terlepas dari hasil penelitian di atas, beberapa data menunjukan indikasi sampah plastik dan sampah yang sulit terurai lainnya mengalami kecenderungan terus meningkat timbulnya. Grafik di bawah ini menunjukan kecendrungan tersebut.





Di lain pihak, Pemerintah secara konsisten terus menerus mengembangkan sektor pariwisata serta infrastruktur transportasi penghubung antar kepulauan di Indonesia yang dikenal dengan Tol laut. Kebijakan pembangunan ini harus ditunjang dengan kondisi lingkungan yang bersih dari sampah terutama di kawaan pesisir dan laut. oleh karena itu, puncak Peringatan Hari Peduli Sampah NAsional Tahun 2017 (HPSN 2017) ini kan berfokus pada aktivitas serentak berbagai pemangku kepentingan di seluruh indonesia dalam bentuk bersih-bersih pantai dan laut. Fokus acara puncak Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 tersebut ternyata koheren dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2017 yang disusulkan oleh UNEP yaitu Global Campaign of Clean Sea Champion Country.

Namun demikian, tentu saja Peringatan HPSN 2017 tetap membrikan kesempatan kepada segenap pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupu kelompok masyarakat/komunitas/LSM se-Indonesia untuk berpartisipasi menunjukan kepeduliannya dalam beragam aktivitas peduli kebersihan meskipun tidak dikawasan pesisir dan laut. Hal ini sejalan dengan Tema Besar Peringatan HPSN 2017 ini yaitu "Melaksanakan Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Gunung, Sungai, Kota, Pantai, hingga Laut untuk Mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020". Adapun Tagline pada acara puncak peringatan HPSN 2017 adalah "Nenek Moyang ku orang pelaut bukan pembuang sampah ke laut".

Tujuan dari Peringatan HPSN 2017 ini adalah :

  1. meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat indonesia, mulai dari pribadi, komunitas, hingga bangsa dalam mengelola sampah untuk mewujudkan indonesia bersih sampah 2020.
  2. memperkuat komitmen negara indonesia sebagai negara destinasi wisata bahari dunia yang berkelanjutan.


Untuk Kabupaten Tapin, kegiatan peringatan HPSN 2017 diawali dengan apel bersama di halaman kantor pemerintah daerah kabupaten tapin, setelah apel langsung dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih diwilayah perkantoran, perumahan dan jalan-jalan protokol oleh pasukan kuning.



                                                                                                                  





   









dari berbagai sumber.